review À Journal of Terror Titisan

Sweta Kartika ¾ 0 read

Hwa kemampuanku disiapkan untuk tujuan tertentu Tujuan yang mungkin lebih besar dari apa yang bisa kubayangka Lebih seru daripada

download Ä PDF, DOC, TXT or eBook ¾ Sweta Kartika

Journal of Terror Titisan

Bukan hanya tentang hantu Ada hal hal yang lebih tabu lebih tua dari usiakuDan sudah sejak lama aku merasa ba Pengalaman membaca

download Journal of Terror Titisan

Namaku SukmaAku mampu melihat alam gaib tapi aku tak bicara tentang makhluk makhluk mistik biasaSemesta gaib baca di Gramedia Di


10 thoughts on “Journal of Terror Titisan

  1. says:

    Bang Sweta emang paling bener deh bikin hati ini meleleh dan sedih Meski ini buku berkisah tentang kejadian horor Percayalah narasinya asik dan bikin imajinasi kita melanglang buana Penokohannya yang mendetil tapi enggak bikin bosan sedikit punMisteri yang disajiin di setiap babnya sering bikin bertanya tanya Dan bener bener disimpan dengan baik tanpa ada unsur pemaksaan Maksudnya kan ada tuh ya buku yang ingin sok misterius tapi ujung ujungnya kita dipaksa digantunginIni enggak berbeda banget Contoh seperti Sukma bisa melihat penampakan malaikat maut yang berdiri di depan rumahnya Berbentuk kakek berjubah hitam menunduk padanya Ini kita dibuat penasaran sama seperti si Sukma yang juga penasaranTapi kita disuruh nunggu dan bersabar sampai kemudian sahabatnya yang bernama Damar juga menyeritakan hal serupa Meski enggak ada penjabaran kenapa si kakek berjubah hitam itu tampak sopan padanya Damar cuma ngasih tahu kalau ada sesuatu yang besar berbahaya dan tidak beres terjadi di kampung merekaSama kaya di bagian Sukma tersesat saat dikejar Palasik Dia sampai tersesat di dalam hutan Ini kita dibuat bimbang dan ikutan bingung kayak Sukma apakah itu universe yang sama dengan kita atau justru dia dipermainkan ke dunia lain?Cerita di dalam buku ini tuh ada beberapa Kaya saat Sukma bertemu bang Salim Kemudian menyeritakan tentang perjalanan sang Mama yang pernah menjadi asisten penjahit di ruko Kemudian kisah awal mula Mamanya meminta Sukma menuliskan apa saja kejadian yang dialami olehnya di dalam buku jurnalNah kalau Ipeh berpikir inilah buku jurnal yang kita baca Yang ditulis sama Sukma setiap dia mengalami sesuatu yang menyangkut makhluk gaibAda juga kisah kenapa Sukma bertemu dengan sosok orang Jawa Ini cukup seru karena sebelumnya dibuka dengan kisah Sukma dengan Ibunya yang menjalani ritual adat dari kampung Ibunya Penasaran sih kira kira nanti dibuat tayangan serialnya lagi enggak ya Soalnya pengen tahu juga seperti apa upacara adatnyaTerus di beberapa bagian hampir terakhir barulah sedikit dikisahkan mengenai titisan ini Juga penjelasan dari kisah menggantung di bagian akhir buku Journal of Terror pertama di kisah Prana Kenapa ada si bapak yang tiba tiba datang Ternyata ada penjelasan kenapa Sukma tampak digambarkan aneh bagi Prana


  2. says:

    UWOW Aku menyangka bakal dihadapkan pada lanjutan kisah Prana dari buku sebelumnya Ternyata buku yang ini menceritakan dan mengupas tuntas Sukma sepupu Prana yang muncul di menjelang akhir bab pada buku pertamaAwalnya kupikir aku bakal kecewa karena kelanjutan perjalanan gaib Prana belum juga dilanjut ndilalah aku salah besar Buku ini lebih seru daripada buku sebelumnya UWOWEntah ya perasaanku pengalaman Sukma nggak sehoror pengalaman Prana tapi jelas jauh lebih menantang Keberanian dan watak Sukma membuatku juga jadi pemberani Aku sama sekali nggak mengkeret tiap ada penampakan muncul ke WC tengah malam juga aman padahal di sepertiga awal ngomongin palasik dan kuyang haha Selalu suka dengan tokoh perempuan badass nan berani penuh perjuanganTerus alur di sini juga lebih jelas Lebih kompleks Lebih banyak aksi Lebih lebih lebih dari yang pertama pokoknya Ditunggu banget buku ketiganya


  3. says:

    baca di Gramedia Digitalpas baca awal novel agak bingung karena tokoh utama'y berbeda padahal ini novel seriestapiiiiipas dipertengahan novel baru semua'y terungkapapalagi pas mau di akhir novel semua keganjilan pertanyaan pas di novel sebelum'y dan awal novel terungkapDditunggu novel selanjut'ysmoga makin serup


  4. says:

    #Number 28 #Month March #Year 2020Journal of Terror Titisan adalah buku kedua lanjutan dari novel dengan judul yang kurang lebih sama Journal of Terror Kembar yang diterbitkan satu tahun lebih awal dari buku ini Pada buku pertamanya Journal of Terror Kembar Penulis Sweta Kartika bercerita tentang tokoh utama yang bernama Prana Seorang siswa SMA yang mampu melihat 'makhluk dunia seberang' dari mata saudara kembarnya yang telah meninggal Buku pertamanya membawa pembaca bersama Prana untuk memecahkan misteri tentang kematian sesosok arwah cantik berbaju sekolah yang menarik hati Prana sejak awal jumpanya Ceritanya seram seru sekaligus sedih dan menyayat hati Pilihan diksinya sungguh dipikirkan baik baik oleh penulis terkesan 'tinggi' dan tidak asal dibuatnya Kalau awalnya jujur aku merasa bosan dengan gaya penulisan yang penuh pengandaian sekarang aku seperti keracunan Aku butuh lebih Aku jatuh cinta dengan semesta Journal of TerrorJika di buku pertama cerita sangat menggantung dengan kehadiran Sukma sebagai salah satu penerima warisan keris kembar Satriya Pinilih di buku kedua ini semesta Journal of Terror mulai menampilan sedikit titik terangnya Tentang siapa Prana dan Sukma sebenarnyaMenurutku hal yang menjadi daya tarik novel ini karena adanya unsur unsur kearifan lokal dan budaya Indonesia yang diangkat dan dijadikan fondasi ceritanya Dalam hal ini adalah unsur Kejawen atau hal hal kepercayaan yang menyangkut suku Jawa khususnya Misteri tentang trah keluarga kekuatan di luar batas nalar dan penggunaan istilah istilah yang buatku sukses memancarkan aura mistis yang khas Indonesia banget Disana lah letak daya pikat novel iniKalau kamu tipe pembaca yang menikmati buku buku dengan cerita seram dan sejenisnya aku sangat merekomedasikan novel ini Bukan karena bermanfaat atau menambah pengetahuan hahaha Tapi karena ceritanya sangat seru dengan pilihan diksi dan penggambaran yang pasti bikin jantung rasanya lari larian Belum lagi di beberapa halamannya kamu akan menemui sekilas ilustrasi potongan cerita Juga karena karakter Prana dan Sukma sungguh loveable Aku tidak sabar menunggu buku ketiga dan menuntaskan rasa penasaranku pada tugas mereka berdua dan rahasia trah Natadiningrat Haruskah aku menunggu satu tahun lagi?


  5. says:

    Alhamdulillah lanjutan kisah Journal of Terror muncul juga Dari akhir buku yang pertama udah penasaran pengen cepat cepat baca kelanjutannya Di buku pertama Kembar tokoh utamanya adalah remaja lelaki bernama Prana yang bisa melihat makhluk gaib Di buku kedua ini tokoh utamanya Sukma sepupu perempuan Prana yang juga bisa melihat makhluk gaib Malah bukan sekadar melihat melainkan juga melawan jika bersilang jalan dengan makhluk yang jahatview spoilerDi awal dia udah langsung harus berhadapan dengan palasik dong hide spoiler


  6. says:

    Pengalaman membaca Journal of Terror terulang lagi Buku dua ini kembali sukses membuat saya ketakutan setengah mati Di buku pertama Journal of Terror—Kembar saya selalu menghindari membaca jelang malam hari Jelang Maghrib saya lebih memilih berhenti sejenak Untuk menghindari mimpi buruk hahaha Dan kejadian yang sama terulang lagi di buku ini dengan menghindari melihat ilustrasi yang terdapat di setiap pergantian bab Cantik nan indah memang tapi tetap saja di beberapa detilnya terasa menyeramkanBuku kedua ini focus pada kisah Sukma kembaran Prana Meski dikatakan kembar mereka tidak kembar seperti yang sering dipahami banyak orang Jika Prana dulu tidak terlahir sebagai anak indigo Sukma sepertinya memang sudah istimewa sejak kelahirannya Tanggal lahirnya bertepatan dengan peristiwa bencana besar di Aceh Di saat banyak orang dirundung kesedihan Sukma lahir disambut suka cita terutama sang Mama Kondisi keluarga yang kurang harmonis membuat Sukma jauh lebih dekat dengan sang Mama Sayangnya sang Mama tak berumur panjangReview lengkap ada di blog


  7. says:

    Lebih seru daripada buku pertama Sukma cadasss abissssTapi kalau dari segi horor lebih asik buku pertama Mungkin karena Prana agak agak kagetan anaknya jadi asik aja liat dia ketakutan Sedangkan Sukma anaknya kuat dan heroik jadi ga banyak pake deg degan langsung action ajaSaya masih belum terbiasa dengan gaya bahasanya Sweta tapi dibanding novel lokal remaja lainnya yang pernah saya baca bahasanya lebih lancar dan nggak random random kaku nggak jelas Paling asik bagian interaksi Sukma dan temen temennya I feel like I've had that kind of dialogue before Somehow di antara semua karakter saya paling suka Pipit XD


  8. says:

    Lebih suka buku kedua ini dari pada yang sebelumnya Reviewnya bisa ditonton di sini


  9. says:

    Aku tu merinding baca novel ini Mana jam bacaku selalu antara jam 11 malam 1 pagi pula 🙈⁣⁣Jadi novel ini menceritakan tentang Sukma gadis yang bukan hanya bisa melihat hal gaib tetapi juga bisa berkomunikasi bahkan bertarung dengan mahluk dari dimensi lain Dengan semua hal hal mistis mimpi aneh dan penerawangan Damar—pemuda albino sahabat Sukma—Sukma sadar bahwa dirinya merupakan titisan leluhurnya dan harus bersiap mendapat tugas yang penting⁣⁣Dipertemukan dengan Prana sepupunya yang juga dapat melihat hal gaib Kamu bisa baca kisah mistis Prana di buku pertama berjudul #kembar keduanya pun mulai diberitahukan tugas apa yang akan mereka emban dengan kemampuan istimewa mereka⁣⁣⁣⁣Seperti kubilang di awal cerita ini bikin aku yang penakut ini merinding Terlebih adanya ilustrasi di tiap bab menjadi daya tarik sendiri walau saat ada ilustrai yang menyeramkan aku akan selalu menutup gambarnya 😭😭😂 Mana deskripsi dedemitnya detail detail sangat aku auto kebayang lagi baca tau tau ada palasik nongol di depan rumah 🙈😭😭😭😭😭⁣Aku menikmati baca buku ini walau aku jaraaang banget baca novel horor novel ini tetep bisa masuk ke dalam cangkir ku Aku suka sama narasinya Kak Sweta ini pintar mainin diksi yang bagiku jarang aku baca di novel novel yang sudah aku baca sebelumnya Jadi walau narasinya termasuk panjang dan detail itu enggak membosankan Suka 💕💕💕😭⁣Terus dialognya juga pakai gaya yang umum untuk anak jaman now gitu kadang aku ngerasa kalau lagi ikutan ngehibah sama Sukma Pipit and the geng sambil nyemil pilus 😭⁣⁣Tokohnya aku suka Gampang diinget Apalagi sama Sukma suka sama tipe cewek yang kuat kaya dia enggsk banyak omong tapi dilakuin pakai tindakan ⁣⁣Ada pula si Damar well dia ini unik banget Terus gayanya yang suka ngomong setengah setengah tu bikin penasaran maksudnya apa Tapi dia keren 😎⁣⁣Nah bukan cuma dibikin horor hororan sama hal hal gaib doang kok Di sini kita bisa belajar kalau sebagai manusia kita tu harus selalu berbuat baik harus berhati hati dan ya ada baiknya kalau tiba tiba di tempat umum ada orang yang teriak suruh pergi nurut Kali aja dia bisa lihat masa depan ye kan mau ada kecelakaan gitu 😂😂😂⁣⁣425 🌟⁣⁣Aku menanti kelanjutan bukunya karena INI SUKMA SAMA PRANA TUH MAU PADA NGAPAIN GA TAU 😭😭😭😭⁣


  10. says:

    Actual rate 45 dari 5 bintangBuku kedua nya ini memperkenalkan karakter utama baru bernama Sukma dan ceritanya kebanyakan diambil dari sudut pandangnya Karakternya berbeda dengan Prana karena latar keluarga dan lingkungan nya yang lebih kerasdingin Tapi itu membuat dia lebih keren di mataku Senang sekali rasanya buku keduanya ini lebih menarik dan lebih menantang lagi ceritanya Yang aku suka adalah adanya flashback yang nggak mengacaukan kronologis cerita utama Nggak bikin bingung Batasannya jelas Gaya berceritanya juga mengalir pas Nggak kaku dan nggak berlebihan dengan banyak retorika atau bait bait berima gitu Kalau aku menyimpulkan buku ke 1 dan ke 2 ini mewakili karakter utama masing2 Kita bisa melihat buku ke 1 lebih melankolisemosional yang mencerminkan karakter Prana Sedangkan di buku ke 2 lebih 'garang' dan penuh aksi mencerminkan karakter Sukma yang terkadang meledak ledak Dan bagaimanakah nanti dibuku ke 3? Aku sangat menantikannya Aku selalu merekomendasikan buku ini untuk teman teman yang meminta rekomendasi horror lokalkarya penulis Indonesia karena seri ini bukan buku yang bersifat menakut nakuti dengan banyaknya 'penampakan' Kita juga bisa menikmati petualangan para tokohnya perkembangan karakternya humor yang disisipkan untuk mencairkan suasana


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *