Nagasasra Sabukinten Summary Ä 109



10 thoughts on “Nagasasra Sabukinten

  1. says:

    Adalah Mahesa Jenar yang bergelar Rangga Tohjaya murid dari Ki Ageng Pengging Sepuh Pangeran Handayaningrat anak dari Brawijaya Ke Lima dari Majapahit merupakan seorang perwira dari divisi Nara Manggala Pengawal Raja Keraja

  2. says:

    buku silat klasik jawa yang cukup menarik Perjuangan Mahesa Jenar untuk mencari keris nogososro sabuk inten yang menjadi simbol tahta Kerajaan Demak merupakan sentral cerita Buku ini juga banyak memuat filsafat Jawa seperti rendah hati pasrah loyalitas kerja keras dll Buku ini merupakan masterpiece SH Mintarja

  3. says:

    Local action Javanese designer D Cersil klasik yang untungnya sempat dibaca Kalau mau punya harga ini buku gila2an Untung hobi sahaya bukan mengoleksi buku D

  4. says:

    cerita fiksi yg sangat apik dengan menyisipkan sejarah yg benar terjadi masa itu dengan pemunculan tokoh2 pelaku sejarah dan dengan alur yg pas sehingga membuat tokoh fiksi seperti mahesa jenar dianggap benar2 ada di masa itu

  5. says:

    Tak berlebihanlah kiranya untuk mengapresiasi tinggi kualitas SH Mintardja atas ceritera dunia persilatan Indonesia Sebuah epos dari penulis 'sepuh' sekaligus pujangga Indonesia dengan seting lampau yang sangat menarik untuk dinikmati 3 Jilid 2000an halaman setelah puas membaca 'Senopati Pamungkas' Arswendo Atmowiloto 2 jilid dan dilanjutkan dengan seri Gadjah Mada Langit Kresna Hariadi Dari 4 Seri mungkin s

  6. says:

    Read it when I was in elementary school

  7. says:

    Sebagai cerita bersambung yang diterbitkan di koran wajar kalau cerita novel ini agak bertele tele Ada beberapa halaman yang bisa dilewati tanpa merusak isi ceritaNovel ini menjelma jadi legenda Di angkat dalam sandiwara radio dijadikan cerita Ketoprak bahkan nama tokoh utamanya menjadi julukan tim sepakbolaPa

  8. says:

    ini buku awal SHM yg berbeda dari buku2 yg lain penggambarannya padat dan tidak bertele tele lebih banyak memberi porsi ttg perubahan dan perkembangan watak watak kesatria dibanding pertarungan ilmu ilmu yg adikodrati walau tetap sebuah kisah silatkisah peperangan banyubiru dan pamingit mengingatkan saya dng pertempuran ke

  9. says:

    Akhirnya menyelesaikan perjuangan panjang setelah membaca beribu ribu lembar salah satu karya terbaik SH Mintardja ini Hampir tidak sadar ketika selesai membacanya karena cerita seolah masih berlanjut atau setidaknya masih bisa dilanjutkan Akh Jam kantor sudah hampir habis Jemputan sudah menunggu jadi review diakhiri sampai di sini

  10. says:

    mahakarya sang empu SH Mintardja buku cerita silat jawa ini sangat terkenal di bumi jawa sudah dibikin juga dalam format

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Summary ä E-book, or Kindle E-pub ✓ S.H. Mintardja

Cerita Silat Jawa karangan SH Mintard. Adalah Mahesa Jenar yang bergelar Rangga Tohjaya murid dari Ki Ageng Pengging Sepuh Pangeran Handayaningrat anak dari Brawijaya Ke Lima dari Majapahit merupakan seorang perwira dari divisi Nara Manggala Pengawal Raja Kerajaan Demak Dia memiliki saudara seperguruan yang sekaligus anak dari gurunya bernama Kebo Kenanga ayah dari Mas Karebet Jaka Tingkir yang kemudian menjadi raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya yang merupakan menantu dari Sultan Trenggana dari Demak Karena adanya perbedaan keyakinan ia keluar kemudian berkelana untuk mencari pusaka yang hilang dari keraton Demak bernama Kyai Nogo Sosro dan Sabuk Inten Didalam pengembaraan itu dia bertemu para tokoh sakti yang menjadi jawara pada waktu itu baik dari golongan hitam seperti Lowo Ijo berserta gurunya Pasingsingan dari Alas Mentaok Nagapasa dan Jaka Soka bajak laut dari Nusa Kambangan Simarodra penguasa Gunung Tidar maupun dari golongan putih seperti Titis Anganten dari Banyuwangi Ki Ageng Sora Dipayana dari Banyubiru Ki Ageng Pandan Alas dari Gunung Kidul dan yang paling menggetarkan adalah tokoh tua dari Bukit Karang Tumaritis yang bergelar Panembahan Ismoyo atau Pangeran Buntara adik dari Raja BrawijayaMahesa Jenar adalah tokoh yang cinta perdamaian walaupun dengan kesaktiannya dia mampu menumpas tokoh yang paling sakti sekalipun seperti Simarodra Dikisahkan bagaimana muridnya Arya Salaka dari Banyubiru ingin merebut kembali daerahnya yang dikuasai oleh Sawung Sariti dia sudah bertekad melakukannya dengan peperangan karena tidak ada jalan lain melawan orang orang licik seperti Sawung Sariti yang sebenarnya kemenakannya Tetapi Mahesa Jenar melihat bahwa didalam lingkungan Sawung Sariti ada kakek Arya Salaka sendiri yang tidak lain Ki Ageng Sora Dipayana Dan pada keadaan itu tidak diketahui dia akan berpihak kepada siapa dan apabila dia berpihak kepada Sawung Sariti maka kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu kematian Ki Ageng Sora Dipayana Atas pertimbangan itu maka Mahesa Jenar membujuk Arya Salaka untuk menemui kakeknya agar dapat merundingkan persoalan ituSebagai seorang ksatria dia juga seoarang pemuda pada umunya dimana mengalami jatuh cinta pada seorang gadis dan gadis itu bernama Rara Wilis anak dari Simarodra seorang tokoh hitam kenamaan Namun ia memilih jalur hidup kakeknya yang membela kebenaran yang tidak lain Ki Ageng Pandan Alas dari WanasabaDiakhir cerita kedua pusaka ditemukan di bukit karang tumaritis dan disimpan oleh Panembahan Ismoyo kemudian oleh Panembahan Ismoyo diserahkan kepada Mahesa Jenar untuk diserahkan ke Istana Demak

Free download Nagasasra Sabukinten

Nagasasra Sabukinten

Latar belakangnyaTokoh Agung Sedayu.. Akhirnya menyelesaikan perjuangan panjang setelah membaca beribu ribu lembar salah satu karya terbaik SH Mintardja ini Hampir tidak sadar ketika selesai membacanya karena cerita seolah masih berlanjut atau setidaknya masih bisa dilanjutkan Akh Jam kantor sudah hampir habis Jemputan sudah menunggu jadi review diakhiri sampai di sini

Summary ä E-book, or Kindle E-pub ✓ S.H. Mintardja

JaBerdirinya kerajaan Mataram sebagai. cerita fiksi yg sangat apik dengan menyisipkan sejarah yg benar terjadi masa itu dengan pemunculan tokoh2 pelaku sejarah dan dengan alur yg pas sehingga membuat tokoh fiksi seperti mahesa jenar dianggap benar2 ada di masa itu